Siaran Pers – Pendidikan Pusaka untuk Sekolah Dasar di Indonesia
Pameran: 22 – 29 Januari 2010 di Karta Pustaka (Pusat Kebudayaan Indonesia-Belanda) Jl. Bintaran Tengah 16, Yogyakarta
Seminar Internasional: 23 Januari 2010,pukul 10.00 – 13.00 wib di University Club UGM, Jl. Pancasila Bulaksumur, Yogyakarta
Membekali anak-anak Indonesia dengan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah dilakukan Indonesia . Cukupkah? Penguasaan teknologi dan sains yang hebat tanpa diimbangi dengan pemahaman akan identitas budaya akan menghasilkan generasi yang cerdas namun kering dari spirit keIndonesiaannya. Generasi anak-anak Indonesia akan menjadi asing terhadap lingkungannya, terhadap eksistensinya karena Indonesia adalah kumpulan gugusan budaya dan keberagaman yang saling berkait dan membentuk sebuah bangsa. Maka, sejak dini anak-anak Indonesia perlu diperkenalkan dengan akar budayanya, dengan identitasnya, sambil mengolah kemampuan logika dan penguasaan teknologi, agar kelak mereka menjadi generasi yang cerdas, berwawasan luas, mandiri, namun tetap bermartabat karena memiliki dan memelihara identitas budayanya, spirit keberagaman bangsanya.
Pusaka budaya dan pusaka alam adalah kekayaan sekaligus identitas bangsa Indonesia . Begitu banyaknya ragam pusaka yang dimiliki Indonesia , begitu berlimpah sehingga sering kita lupa untuk menjaganya. Tak heran jika pelan-pelan satu demi satu pusaka-pusaka kita “dipinjam”, “dibeli”, bahkan “dicuri oleh bangsa lain. Berangkat dari kepedulian akan pelestarian pusaka alam dan budaya Indonesia, serta perlunya membangun kesadaran akan identitas budaya sejak dini, maka Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) berinisiatif untuk menyusun model pembelajaran tentang pengenalan pusaka budaya dna pusaka alam, serta membuat model pembelajarannya. Didukung oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Pusat Kurikulum Nasional, BPPI bekerjasama dengan Erfgoed Nederland (Netherlands Heritage Trust/Badan Pelestarian Pusaka Belanda), dibuatlah pilot project untuk pembuatan modul pembelajaran pusaka untuk Sekolah Dasar di mana Yogyakarta dipilih sebagai lokasi proyek ini. Ada 13 SD di seluruh DIY yang dipilih untuk terlibat dalam pilot project ini.
Hasil dari pilot project ini adalah guru-guru yang telah terlatih dan 21 judul modul pembelajaran pusaka untuk anak-anak yang ditulis oleh para guru. Karya-karya inilah yang akan ditampilkan dalam Pameran Pendidikan Pusaka untuk Sekolah Dasar di Indonesia. Pameran ini terbuka untuk umum.
Pembukaan Pameran dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2010, pukul 19.00 wib. oleh anak Yurna Nudesia, pelajar SD Budi Mulia 2. Selama pameran, ada workshop (membatik, membuat ikat celup, dll.) dan aneka pertunjukan seni oleh murid-murid Sekolah Dasar.
Seminar Pendidikan Pusaka untuk sekolah dasar di Indoensia akan dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2010 di UC UGM. Dalam seminar ini akan disampaikan kertas kerja hasil pilot project. Seminar akan diikuti oleh para guru SD, pemerhati pendidikan, pakar pendidikan, dan pemerhati kebudayaan. Seminar akan dibuka oleh Dirjen Dikdasmen, Prof. Dr. Suyanto mewakili Mendiknas.
Masih ada ribuan bahkan jutaan pusaka di seluruh Indonesia yang perlu dikenal oleh seluruh anak Indonesia kelak. Ada banyak cara untuk berperan serta bagi pendidikan anak-anak Indonesia , dan bagi peletarian pusaka budaya Indonesia . Saatnya untuk melestarikan pusaka bduaya kita, dan membangun Indonesia yang modern tanpa kehilangan akar budayanya, tanpa menghancurkan identitasnya, tanpa mengabaikan sejarahnya. Mari kita lestarikan pusaka budaya dan alam Indonesia untuk masa depan yang lebih baik, untuk kita wariskan ke generasi berikutnya.
Yogyakarta , Januari 2010
Kontak dan Informasi: Sinta Carolina 0816 4229 112
Website: http://pendidikanpusaka.org
