Perpustakaan
Pendidikan pusaka dilakukan dengan mengedepankan prinsip keterbukaan informasi dan pengetahuan. Kebudayaan masyarakat Indonesia yang kaya dengan ragam pusaka dari generasi ke generasi harus dapat dilestarikan. Pelestarian pusaka ini antara lain akan dapat optimal dilakukan jika ada proses pembelajaran; alih pengetahuan antar generasi. Dokumentasi pengetahuan menjadi penting dan utama dalam proses ini. Oleh karena itu, salah satu metode yang diutamakan dalam pembangunan model pendidikan pusaka adalah penulisan dan penerbitan modul-modul tentang potensi pusaka yang dapat digunakan sebagai bahan belajar dan bahan ajar.
Modul pendidikan pusaka dibagi menjadi dua, yakni modul untuk siswa dan modul untuk guru atau pendidik. Modul untuk siswa merupakan satu bentuk media bahan belajar tentang potensi pusaka bagi anak didik. Dalam proyek percontohan di Daerah Istimewa Yogyakarta (2009 – 2010), modul ini dikemas sebagai komik agar anak didik usia sekolah dasar suka untuk membacanya. Isi tentang pusaka dalam komik-komik tersebut dituliskan oleh para guru sekolah peserta program, penulis dari tim Pendidikan Pusaka Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), dan para pakar pelestarian pusaka Indonesia. Menarik, ada satu modul belajar yang ditulis dan digambar sendiri oleh siswa sekolah dasar salah satu sekolah peserta program. Modul tersebut bertemakan bakpia, salah satu makanan khas di Kota Yogyakarta.
Modul untuk guru merupakan modul yang berbeda sifatnya. Modul ini ditulis dan diterbitkan sebagai bahan pembelajaran bagi para guru atau pendidik dalam memahami konsep pusaka dan metode mengajarkannya kepada anak didik di sekolah. Modul utuk guru ini ditulis oleh tim Pendidikan Pusaka BPPI dan mendapatkan tinjauan isi dari para pakar pendidikan. Modul yang telah diujicobakan selama proyek percontohan di 13 sekolah dasar di Daerah Istimewa Yogyakarta (2009 – 2010) ini selalu ditinjau kembali dari tahun ke tahun agar semakin sesuai dengan perkembangan program. Dalam tahun 2011 ini, modul pembelajaran untuk pengelolaan proses pengajaran dalam pendidika pusaka akan ditulis tidak terbatas pada lingkup pendidikan sekolah saja, tetapi juga termasuk pendidikan di lingkup komunitas atau masyarakat.
