Prinsip Panduan Jelajah Pusaka
Panduan jelajah ini dipersiapkan untuk para pemandu program Jelajah Pusaka Yogyakarta dan Jelajah Pusaka Kawasan Prambanan untuk guru-guru sekolah dasar. Mereka adalah peserta program Pelatihan Pendidikan Pusaka yang diadakan oleh Tim Pendidikan Pusaka Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) di Hotel Galuh Prambanan, pada tanggal 1 – 5 November 2008 lalu.
Para pemandu program Jelajah Pusaka Yogyakarta pada hari Minggu, 2 November 2008 adalah lima orang relawan yang masih berusia muda. Mereka adalah Kristanti Wisnu Aji Wardhani (Inu), Hani Raihana, Debora Ayu H., Hary Cahyadi, dan Jacky. Sementara, pemandu untuk Jelajah Pusaka Kawasan Prambanan pada hari Senin, 3 November 2008 adalah para staf Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta dan Jawa Tengah. Mereka masing-masing adalah penanggung jawab situs Kompleks Candi Prambanan, Kompleks Candi Plaosan, Kompleks Candi Sewu, Kompleks Candi Ijo, Candi Sojiwan, dan Kompleks Candi Ratu Boko. Tim tersebut dipersiapkan oleh Elanto Wijoyono, koordinator lapangan dalam program ini, dan dibekali dengan materi terlampir dalam dua seri simulasi jelajah pada bulan Oktober 2008.
Materi yang perlu ditambahkan dalam panduan ini adalah metode pemanduan. Tujuan utama dari jelajah ini adalah memberikan paradigma baru kepada guru mengenai hal penting apa sajakah yang bisa dilihat dari sebuah wujud pusaka. Para guru diminta untuk bisa melihat pusaka dari berbagai sisi dan bisa menjelaskannya kepada siswanya. Dalam proses ini memang akan diperlukan beragam metode untuk menyampaikan pesan tersebut kepada siswa sekolah dasar ketika diajak menjelajah di luar sekolah.
Materi prinsip panduan yang digunakan dapat di baca melalui tautan ini.
